Di persimpangan jalan menuju rumahmu.
Padahal baru saja kemarin kita bercanda guaru, sekarang kau minta aku untuk datang sepagi ini menuju rumahmu ?
'Ree ke rumahku sekarang juga ya, penting'. begitu isi pesan yang ku terima pukul 03.15 dini hari.
Entah apa yang terjadi atau engkau rasakan ran, sebegitunya kah engkau rindukan aku setelah perbincangan kita selesai malam itu, bahwasanya kamu bersikokoh kalo malaikat itu mendatangimu dan bercerita banyak hal tentang hidup di atas awan sana. bahwa alasan warna biru di langit ada karena tempat tinggal malaikat yang tenang itu.
Fajar, iyah benar sekarang masih berada dalam waktu fajar menuju tempat tinggalmu, setelah pesan yang baru aku baca sehabis solat subuh di kala fajar itu, entah kenapa aku juga langsung ingin bertemu denganmu rana.
Aku memang tidak membawa banyak barang seperti biasanya, aku hanya memarkirkan sepedah motorku di masjid lalu berangkat membeli tiket di loket commuter line menuju tempatmu, aku memang sudah menjadi biasa bahkan amat sangat menikmati perjalanan di commuter line semenjak kita dekat.
' mba yani mau pergi, kamu cepet kesini ya '. Begitu pesan tambahan setibanya aku sampai di stasiun dekat rumahmu itu, lekas terpintas olehku berbagai macam fikiran yang membuatku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa semua baik baik saja. Mba yani adalah sosok kakak untuk rana setiap kalo berbincang pasti di selipkan nama mba yani dan sepucuk kalimat kekagguman layaknya seorang penggemar.
setelah aku memutuskan untuk naik ojek ke rumahnya dan di jalan telfonku menandakan ada nada panggilan darimu Rana, dan perbincangan itu tidak lama dan tidak banyak kalimat utnutk membuatku lemas setelah apa yang berusaha tidak untuk ku yakini itu makin mendekati pikiran itu. banyak suara orang di sekitar rana terdengar oleh suara telfon kita sepagi ini. mba rana pergi nyusul duluan ree.
Aku memutuskan untuk berhenti di persimpangan jalan dekat rumahmu, dan yang ku fikirkan hanya sosok 3 anak. kakak beradik yang di tinggal kedua orang tuanya dan tetap memutuskan untuk melanjutkan hidup mereka dengan senyum semanis itu. rana bercerita kalo rana dan kakaknya adalah sumber kehidupan untuk yudha, adik rana yang masih duduk di kelas 2 sekolah menengah pertama itu.
Aku adalah bulan dan mba rana itu matahari ree, yudha akan belajar banyak dari kami. Begitu kurang lebih percakapan yang aku ingat sebelum kita membahas tentang malaikat yang hidup di atas awan.
Karena tidak akan mudah hidup tanpa matahari, begitu juga bulan yang butuh sinarNya, tetapi hidup itu bukan kita di pilih menjadi apa, kamu yang memilih jadi apa.
Aku memutuskan untuk mengirim pesan ke rana walau aku tau dia tidak akan membacanya sekarang.
' Kamu sekarang matahari ran, yang pernah merasakan gelapnya malam tanpaNya '
Ree 14-06-2015
Malam yang hening saat rembulan di selimuti awan agar tidak ada yang tau tangis sang rembulan, kaukah disana Ree ? Sosok dewa matahari yang sedang jatuh cinta pada sudut yang ada di alam semesta ini sehingga kau tinggalkan rembulan begitu saja ?
Minggu, 14 Juni 2015
Minggu, 03 Mei 2015
Ujung Muara 08-006-124-5
Selesai juga masa Sekolah Sma ku.
Seperti yang kita tau bahwa anak sekolah di indonesia pada akhir pendidikanya di suatu lembaga itu akan di uji dengan Ujian Nasional seperti tahun sebelumnya, termaksuk aku Perserta 08-006-124-5 tahun 2015
Tepat sekarang persis tulisan di bawah ini aku buat saat ujian terakhirku yaitu dengan pelajaran ekonomi jam 11.24 WIB saat aku sadar bahwa ini adalah menit terakhirku menjadi siswa resmi dari sekolahku.
Bahkan di menit terakhir saat ini aku mengenangmu,
Kei, kamu tahu pasti dari apa yang menjadi ujung dari cerita ini, seperti kamu tau bahwa waktu akan merubah sesuatu. betul kei cerita ini untuk mengaitkan kepada cerita yang lain.
Bukankah waktu bergulir begitu cepat selagi kamu meminum atau lebih tepatnya menyeruput teh atau bahkan kopi yang masih panas itu.
Perpisahan,
Kei, kamu tidak asing dengan kalimat itu kan ? " Akhir yang indah untuk di kenang dan memulai sesuatu yang baru. " Begitu bukan lebih kurangnya kalimat yang sempat terucap dari bibir manismu itu kei ? Bukankah meninggalkan hanya menanam benih kerinduan yang mendalam sebelum bermuara dalam pertemuan ?
Sampai berjumpa dalam manisnya ujung muara teh hangat itu atau nikmatnya ujung muara kopi hitam itu kei. Sampai pada akhirnya benih itu tumbuh atau bahkan mati dalam ujung muara pertemuan.
Ree 15-04-2015 Pukul 11.24 WIB Saat pelajaran ekonomi dengan tulisan di buat di kertas coretan ekonomi.
Seperti yang kita tau bahwa anak sekolah di indonesia pada akhir pendidikanya di suatu lembaga itu akan di uji dengan Ujian Nasional seperti tahun sebelumnya, termaksuk aku Perserta 08-006-124-5 tahun 2015
Tepat sekarang persis tulisan di bawah ini aku buat saat ujian terakhirku yaitu dengan pelajaran ekonomi jam 11.24 WIB saat aku sadar bahwa ini adalah menit terakhirku menjadi siswa resmi dari sekolahku.
Bahkan di menit terakhir saat ini aku mengenangmu,
Kei, kamu tahu pasti dari apa yang menjadi ujung dari cerita ini, seperti kamu tau bahwa waktu akan merubah sesuatu. betul kei cerita ini untuk mengaitkan kepada cerita yang lain.
Bukankah waktu bergulir begitu cepat selagi kamu meminum atau lebih tepatnya menyeruput teh atau bahkan kopi yang masih panas itu.
Perpisahan,
Kei, kamu tidak asing dengan kalimat itu kan ? " Akhir yang indah untuk di kenang dan memulai sesuatu yang baru. " Begitu bukan lebih kurangnya kalimat yang sempat terucap dari bibir manismu itu kei ? Bukankah meninggalkan hanya menanam benih kerinduan yang mendalam sebelum bermuara dalam pertemuan ?
Sampai berjumpa dalam manisnya ujung muara teh hangat itu atau nikmatnya ujung muara kopi hitam itu kei. Sampai pada akhirnya benih itu tumbuh atau bahkan mati dalam ujung muara pertemuan.
Ree 15-04-2015 Pukul 11.24 WIB Saat pelajaran ekonomi dengan tulisan di buat di kertas coretan ekonomi.
Jumat, 10 April 2015
Loteng dan kucing penikmat senja
Sewaktu sore yang ke kunging kuningan,
Terkadang yang manusia butuhkan itu sesuatu yang mungkin bahkan dia sendiri tidak bisa jelaskan dengan kata, bahkan batin. mungkinkah kamu juga mengalaminya sebagaimana manusia lainya ?
Teruntuk adiku rei,
yang sedih bukan main untuk sesuatu yang dia sendiri tidak paham jelasnya, yang merengek semalaman minta di temani oleh ibu untuk mengantarkanya terlelap menuju alam mimpinya.
Adiku rei bukan seseorang yang seperti kebanyakan anak lain, dia lebih pendiam dan memilih untuk di rumah saja ketimbang harus main dengan teman temanya di luar sana. gak seru katanya.
Sore itu di saat yang lain atau bahkan kamu sedang bersiap menuju malam dengan membersihkan diri atau bahkan jalan jalan bersama orang yang di cinta untuk menikmati langit yang kekuning kuningan itu berdua saja.
Adiku Rei melakukan hal yang menjadi rutinitasnya yang di lakukan selagi menikmati sore hari dalan hidupnya, yakini bermain di loteng atas rumahnya bersama kucingnya yang ia beri nama bob, yang aku tau mereka berdua seperti sudah kenal lama sekali, akupun tidak satu dua kali mendapati rei mengobrol dengan kucingnya dan kucingnya membalas dengan mengeong kepada rei.
Entah dari mana asal usul bob hadir di dalam hidup rei, hampir setiap sorenya. ada kala waktu itu rei sakit terbaring lemas di kamar selagi aku membawakan air hangat, dia menyebut nama bob seolah mengigau dalam tidurnya sore itu, lalu aku tidak menggangunya dan adiku itu berkata
" kenapa langit sore yang kuning itu begitu cepat berlalu ya bob ". dengan keringat dingin di tubuhnya, lalu dia tersenyum dalam tidurnya sore itu.
Akhir akhir ini rei tidak lagi menuju loteng di sore harinya, dia mulai bermain bersama temanya di lapangan dekat rumah, akupun naik ke loteng sore itu dan kudapati tidak ada lagi sosok kucing bob yang rei ceritakan, aku hanya melihat langit yang memang indah sekali sore ini, aku tidak menyangka adiku menikmati ini hampir setiap sorenya. Senjaku yang sudah lama berlalu
Tiba tiba dari tangga muncul rei menuju loteng " cari apa kak tumben sore gini ke loteng ". aku yang kaget kedatangan rei sehabis main itu
kemana kucing kamu si bob ?
ooh bob udah gak pernah kesini lagi kak. jawabnya dengan paras sedih.
Dan kami berbincang cukup lama tentang kepergian bob yang tidak pernah kembali lagi, dan rei bercerita bahwa bob mengajarkanya tentang sore ke kuning kuningan itu, rei bilang bob ngasih tau kalo sore ini namanya senja dan rei bertanya banyak padaku.
Dan aku terteguk pada kata kata yang mungkin di karang oleh seorang anak kecil berumur 13 tahun yang bilang ia di beritahu oleh seekor kucing yang tidak pernah kembali lagi. entahlah.
"Langit sore ke kuning kuningan itu namanya senja dan disana adalah tempat yang indah sekali sehingga kita melihatnya dengan damai, tempat dimana orang yang sudah meninggal beristirahat dengan tenang disana, dan senja mengajarkan hidup itu cepat berlalu, seperti kita. "
Aku menambahinya dengan senyuman dan menambahkan sebuah kalimat yang membuatnya juga tersenyum.
" Ada juga satu yang tidak akan cepat berlalu tapi juga indah dan damai seperti senja, kisah kita menatap senja. "
Ree.
Terkadang yang manusia butuhkan itu sesuatu yang mungkin bahkan dia sendiri tidak bisa jelaskan dengan kata, bahkan batin. mungkinkah kamu juga mengalaminya sebagaimana manusia lainya ?
Teruntuk adiku rei,
yang sedih bukan main untuk sesuatu yang dia sendiri tidak paham jelasnya, yang merengek semalaman minta di temani oleh ibu untuk mengantarkanya terlelap menuju alam mimpinya.
Adiku rei bukan seseorang yang seperti kebanyakan anak lain, dia lebih pendiam dan memilih untuk di rumah saja ketimbang harus main dengan teman temanya di luar sana. gak seru katanya.
Sore itu di saat yang lain atau bahkan kamu sedang bersiap menuju malam dengan membersihkan diri atau bahkan jalan jalan bersama orang yang di cinta untuk menikmati langit yang kekuning kuningan itu berdua saja.
Adiku Rei melakukan hal yang menjadi rutinitasnya yang di lakukan selagi menikmati sore hari dalan hidupnya, yakini bermain di loteng atas rumahnya bersama kucingnya yang ia beri nama bob, yang aku tau mereka berdua seperti sudah kenal lama sekali, akupun tidak satu dua kali mendapati rei mengobrol dengan kucingnya dan kucingnya membalas dengan mengeong kepada rei.
Entah dari mana asal usul bob hadir di dalam hidup rei, hampir setiap sorenya. ada kala waktu itu rei sakit terbaring lemas di kamar selagi aku membawakan air hangat, dia menyebut nama bob seolah mengigau dalam tidurnya sore itu, lalu aku tidak menggangunya dan adiku itu berkata
" kenapa langit sore yang kuning itu begitu cepat berlalu ya bob ". dengan keringat dingin di tubuhnya, lalu dia tersenyum dalam tidurnya sore itu.
Akhir akhir ini rei tidak lagi menuju loteng di sore harinya, dia mulai bermain bersama temanya di lapangan dekat rumah, akupun naik ke loteng sore itu dan kudapati tidak ada lagi sosok kucing bob yang rei ceritakan, aku hanya melihat langit yang memang indah sekali sore ini, aku tidak menyangka adiku menikmati ini hampir setiap sorenya. Senjaku yang sudah lama berlalu
Tiba tiba dari tangga muncul rei menuju loteng " cari apa kak tumben sore gini ke loteng ". aku yang kaget kedatangan rei sehabis main itu
kemana kucing kamu si bob ?
ooh bob udah gak pernah kesini lagi kak. jawabnya dengan paras sedih.
Dan kami berbincang cukup lama tentang kepergian bob yang tidak pernah kembali lagi, dan rei bercerita bahwa bob mengajarkanya tentang sore ke kuning kuningan itu, rei bilang bob ngasih tau kalo sore ini namanya senja dan rei bertanya banyak padaku.
Dan aku terteguk pada kata kata yang mungkin di karang oleh seorang anak kecil berumur 13 tahun yang bilang ia di beritahu oleh seekor kucing yang tidak pernah kembali lagi. entahlah.
"Langit sore ke kuning kuningan itu namanya senja dan disana adalah tempat yang indah sekali sehingga kita melihatnya dengan damai, tempat dimana orang yang sudah meninggal beristirahat dengan tenang disana, dan senja mengajarkan hidup itu cepat berlalu, seperti kita. "
Aku menambahinya dengan senyuman dan menambahkan sebuah kalimat yang membuatnya juga tersenyum.
" Ada juga satu yang tidak akan cepat berlalu tapi juga indah dan damai seperti senja, kisah kita menatap senja. "
Ree.
Sabtu, 14 Maret 2015
Puisi untuk sepi.
Dikala nyanyian murahan mengetuk hatimu,
Entah apa yang dikatakan oleh sastrawan bahkan seniman ketika kata cinta sudah tidak memandang bulu, anak seusia sekolah dasarpun sekarang bisa menyimpulkan cinta dari pola fikirnya sendiri.
atau bahkan ketika ketika kesunyian menghampirimu ? apakah umur menjadi sebuah patokan untuk segalanya ? bahkan senimanpun mungkin merasa kesepian ?
Rinduku berubah lara
untung ia akhirnya sirna
dihabiskan api membara
kala senja menghidupi lara
Ketika api itu hilang
kenangan itu tetap saja membayang
tersembab menangis di teduhnya dahan
Dan saat semua telah mati
tersisa kau yang terdiam meratapi.
haha!
mampus kau di koyak-koyak sepi
aqu
Entah apa yang dikatakan oleh sastrawan bahkan seniman ketika kata cinta sudah tidak memandang bulu, anak seusia sekolah dasarpun sekarang bisa menyimpulkan cinta dari pola fikirnya sendiri.
atau bahkan ketika ketika kesunyian menghampirimu ? apakah umur menjadi sebuah patokan untuk segalanya ? bahkan senimanpun mungkin merasa kesepian ?
Rinduku berubah lara
untung ia akhirnya sirna
dihabiskan api membara
kala senja menghidupi lara
Ketika api itu hilang
kenangan itu tetap saja membayang
tersembab menangis di teduhnya dahan
Dan saat semua telah mati
tersisa kau yang terdiam meratapi.
haha!
mampus kau di koyak-koyak sepi
aqu
Teh hangat lampau.
Malam hari ketika teh hangat ini sudah tidak lagi hangat,
Tidak semua orang dengan senangnya mengenang kenangan dengan begitu tenangnya, ada yang sampai ingin terus berada dan hidup di dalamnya, mungkinkah aku hidup dalam bayang atau mimpi ?
Malam tadi memang aku sengaja, menyisipkan waktu di balik doa untuk mengenang apa yang sudah ku lewati selama ini, dan itu tertuju padamu, laras. apa yang sedang kau lakukan disana ? masihkah kau menghitung banyaknya bintang ketika kau menuju tidurmu ?
Aku mengenal sosok laras sebagai satu fase di atas sahabat, karena kami mempunyai kesukaan dan hobi yang sama tentang bacaan kami, sehingga pada suatu waktu kami pernah menikmati teh hangat bersama lalu membicarakan soal kenapa teh ini terbuat dari daun yang sudah di peras habis lalu menjadi senikmat ini, apakah kita juga perlu di peras habis sehingga bisa di nikamti begitu nyata ?
hahaha ada ada saja kamu ben, menurutku semua ini bergantung bagaimana peracik teh ini membuatnya, bundaku kan memang pembuat teh yang handal.
jawabanya serta tawanya yang membuatku lebih betah berada di rumahnya sore ini, senja ini hampir sempurna dengan perbincangan yang di selingi oleh tawanya, entah kenapa aku sangat memperhatikan saat dia tertawa lalu tersenyum. sore itu ada yang lain selepas tawanya seperti tidak lepas, ada yang mengganjal, biasanya dia akan cerita sebelum aku bertanya, bahkan menceritakan apapun yang sedang ia fikirkan, terkesan bawel tetapi senyum itu membuatku menjadi penikmat serta pendengar yang baik baginya.
ada yang pengen kamu ceritain ras ?. dia hanya menggeleng dengan tatapan kosong, dan akupun menyimpulkan bahwa ini masalah yang belum ia mau ceritakan kepadaku, maka gegaslah aku pamit untuk pulang karena tidak ingin mengganggunya.
setibanya di rumah aku memang sengaja tidak ingin memberinya kabar sebelum dia mau menceritakanya kepadaku dan aku memutuskan untuk istirahat lebih awal karena esok aku harus berangkat lebih awal karena harus membereskan meja di kantor baruku.
Ben, tidak usah mencariku. semoga aku bisa memendam keluh kisahku selanjutnya, karena memang tidak ada yang bisa mendengar sebaik kamu, doakan aku ya.
Pesan singkat dari laras jam 2 pagi itu masih terasa sampai sekarang aku membacanya, aku fikir ia bercanda karena tidak bareng lagi denganku menuju toko buku kesukaanya, lantas akupun mendatangi rumahnya dan memutuskan untuk membatalkan membereskan mejaku.
keluarga mba laras pindah ke singapore mas, ooh ini mas ben ya ? mba laras nitip satu titian buat mas.
begitu kata tetangganya yang membuatku seolah kehilangan nafsu sarapan pagi ini, laras meninggalkan sebuah box berisi racikan teh dari ibunya dan di dalam box tersebut berisi tulisan serta novel.
ini teh sengaja aku minta buat banyak sama bunda, semoga kamu suka ya ben, dan itu novel yang belum kita bahas aku melihat kamu sangat suka yang ini. sampai bertemu ben. terimakasih.
once upon a love novel yang belum tuntas kami bahas menemani hari hariku tanpanya, terasa sunyi memang laras menonaktifkan nomernya, yasudahlah dia juga berpesan tidak mau di cari.
malam ini aku memutuskan membuat tehku sendiri, yang tidak kusadari teh ini tidak lagi sehangat waktu kita berbincang dahulu sembari tertawa.
kau memang benar ras, ibumu meracik anak yang lebih dari sekedarku nikmati, bahkanku kenang. tetapi setiap orang bebas membuat tehnya sendirikan ? begitu juga memilih takdirnya tanpa perlu di peras habis untuk kamu nikmati sendiri.
Ree
Tidak semua orang dengan senangnya mengenang kenangan dengan begitu tenangnya, ada yang sampai ingin terus berada dan hidup di dalamnya, mungkinkah aku hidup dalam bayang atau mimpi ?
Malam tadi memang aku sengaja, menyisipkan waktu di balik doa untuk mengenang apa yang sudah ku lewati selama ini, dan itu tertuju padamu, laras. apa yang sedang kau lakukan disana ? masihkah kau menghitung banyaknya bintang ketika kau menuju tidurmu ?
Aku mengenal sosok laras sebagai satu fase di atas sahabat, karena kami mempunyai kesukaan dan hobi yang sama tentang bacaan kami, sehingga pada suatu waktu kami pernah menikmati teh hangat bersama lalu membicarakan soal kenapa teh ini terbuat dari daun yang sudah di peras habis lalu menjadi senikmat ini, apakah kita juga perlu di peras habis sehingga bisa di nikamti begitu nyata ?
hahaha ada ada saja kamu ben, menurutku semua ini bergantung bagaimana peracik teh ini membuatnya, bundaku kan memang pembuat teh yang handal.
jawabanya serta tawanya yang membuatku lebih betah berada di rumahnya sore ini, senja ini hampir sempurna dengan perbincangan yang di selingi oleh tawanya, entah kenapa aku sangat memperhatikan saat dia tertawa lalu tersenyum. sore itu ada yang lain selepas tawanya seperti tidak lepas, ada yang mengganjal, biasanya dia akan cerita sebelum aku bertanya, bahkan menceritakan apapun yang sedang ia fikirkan, terkesan bawel tetapi senyum itu membuatku menjadi penikmat serta pendengar yang baik baginya.
ada yang pengen kamu ceritain ras ?. dia hanya menggeleng dengan tatapan kosong, dan akupun menyimpulkan bahwa ini masalah yang belum ia mau ceritakan kepadaku, maka gegaslah aku pamit untuk pulang karena tidak ingin mengganggunya.
setibanya di rumah aku memang sengaja tidak ingin memberinya kabar sebelum dia mau menceritakanya kepadaku dan aku memutuskan untuk istirahat lebih awal karena esok aku harus berangkat lebih awal karena harus membereskan meja di kantor baruku.
Ben, tidak usah mencariku. semoga aku bisa memendam keluh kisahku selanjutnya, karena memang tidak ada yang bisa mendengar sebaik kamu, doakan aku ya.
Pesan singkat dari laras jam 2 pagi itu masih terasa sampai sekarang aku membacanya, aku fikir ia bercanda karena tidak bareng lagi denganku menuju toko buku kesukaanya, lantas akupun mendatangi rumahnya dan memutuskan untuk membatalkan membereskan mejaku.
keluarga mba laras pindah ke singapore mas, ooh ini mas ben ya ? mba laras nitip satu titian buat mas.
begitu kata tetangganya yang membuatku seolah kehilangan nafsu sarapan pagi ini, laras meninggalkan sebuah box berisi racikan teh dari ibunya dan di dalam box tersebut berisi tulisan serta novel.
ini teh sengaja aku minta buat banyak sama bunda, semoga kamu suka ya ben, dan itu novel yang belum kita bahas aku melihat kamu sangat suka yang ini. sampai bertemu ben. terimakasih.
once upon a love novel yang belum tuntas kami bahas menemani hari hariku tanpanya, terasa sunyi memang laras menonaktifkan nomernya, yasudahlah dia juga berpesan tidak mau di cari.
malam ini aku memutuskan membuat tehku sendiri, yang tidak kusadari teh ini tidak lagi sehangat waktu kita berbincang dahulu sembari tertawa.
kau memang benar ras, ibumu meracik anak yang lebih dari sekedarku nikmati, bahkanku kenang. tetapi setiap orang bebas membuat tehnya sendirikan ? begitu juga memilih takdirnya tanpa perlu di peras habis untuk kamu nikmati sendiri.
Ree
Selasa, 10 Maret 2015
Yang telah ku tuntaskan, kenangan.
Sore itu di balik barisan awan,
Menjelang berakhirnya waktu kunjunganku di kota nan erotis ini, solo penuh kenangan......
uh kenangan ......
Mengingatkanku pada suatu waktu pertemuan terakhirku dengan sosok yang inspiratif yang tidak lain adalah kepala sekolahku waktu semasa SMAku dahulu yang berpindah alih menjadi pembisnis ulung ketika tidak berapa lama aku lulus. walaupun sewaktu masa sma dulu tidak sedikit aku keluar masuk ruangan beliau.
Pertemuan terakhir kami yaitu sewaktu kami masih terkumpul dalam sekelompok diskusi yang membahas tentang pengalaman serta impian kelompok setiap perjumpaan, dengan kepala sekolahku dulu sebagai mentor wali kami yang juga membahas tentang pentingnya silaturahmi dan keimanan manusia yang berjalan kedepanya. Dan dalam pertemuan itu satu kata yang aku ingat yang di ucapkan beliau " Saya ada sedikit urusan di luar indonesia, untuk kedepanya kalian mandiri ya " cetuknya di akhir pertemuan kami sambil meletakan senyum kecilnya memandangku, aku seperti biasa membalas senyum kecilnya dengan anggukan dan senyuman kecil itu. tidak lama kemudian di susul beliau menyalamiku dan berkata " pertemuan yang akan datang kamu cerita soal kenangan ya, yang terkenang olehmu ree " kembali aku mengangguk kecil sembari senyum kecil khas yang dia ajarkan.
Tidak lama baru-baru ini aku menerima kabar dari temanku yang juga sering berdiskusi disana bahwa kepala sekolah Sma kami dahulu sudah tidak ada, begitu bunyi pesan singkat itu, berhubung aku sedang dinas di luar kota sekarang dan tidak pernah hadir berdiskusi kembali, kabar itu mengingatkanku akan bisikan terakhir beliau, entah temanku mengatakan tidak ada dalam konsep tidak beredar lagi mungkin ? atau tidak datang berdiskusi kecil bersama mereka lagi? atau sebagai pembisnis beliau bangkrut mungkin ?
Yang aku tau pasti aku paham betul tugas yang akan kutuntaskan soal bisikan malam itu,
Kenangan akan selalu hidup, dengan atau tanpa raga.
Ree
Menjelang berakhirnya waktu kunjunganku di kota nan erotis ini, solo penuh kenangan......
uh kenangan ......
Mengingatkanku pada suatu waktu pertemuan terakhirku dengan sosok yang inspiratif yang tidak lain adalah kepala sekolahku waktu semasa SMAku dahulu yang berpindah alih menjadi pembisnis ulung ketika tidak berapa lama aku lulus. walaupun sewaktu masa sma dulu tidak sedikit aku keluar masuk ruangan beliau.
Pertemuan terakhir kami yaitu sewaktu kami masih terkumpul dalam sekelompok diskusi yang membahas tentang pengalaman serta impian kelompok setiap perjumpaan, dengan kepala sekolahku dulu sebagai mentor wali kami yang juga membahas tentang pentingnya silaturahmi dan keimanan manusia yang berjalan kedepanya. Dan dalam pertemuan itu satu kata yang aku ingat yang di ucapkan beliau " Saya ada sedikit urusan di luar indonesia, untuk kedepanya kalian mandiri ya " cetuknya di akhir pertemuan kami sambil meletakan senyum kecilnya memandangku, aku seperti biasa membalas senyum kecilnya dengan anggukan dan senyuman kecil itu. tidak lama kemudian di susul beliau menyalamiku dan berkata " pertemuan yang akan datang kamu cerita soal kenangan ya, yang terkenang olehmu ree " kembali aku mengangguk kecil sembari senyum kecil khas yang dia ajarkan.
Tidak lama baru-baru ini aku menerima kabar dari temanku yang juga sering berdiskusi disana bahwa kepala sekolah Sma kami dahulu sudah tidak ada, begitu bunyi pesan singkat itu, berhubung aku sedang dinas di luar kota sekarang dan tidak pernah hadir berdiskusi kembali, kabar itu mengingatkanku akan bisikan terakhir beliau, entah temanku mengatakan tidak ada dalam konsep tidak beredar lagi mungkin ? atau tidak datang berdiskusi kecil bersama mereka lagi? atau sebagai pembisnis beliau bangkrut mungkin ?
Yang aku tau pasti aku paham betul tugas yang akan kutuntaskan soal bisikan malam itu,
Kenangan akan selalu hidup, dengan atau tanpa raga.
Ree
Sejuta rasa yang di logiakan.
Malam hari ketika rembulan sedang tersenyum, manisnya.
Kali ini soal cinta. Soal sejuta rasa. Begitu bukan kalau pinjam syair lagu tempo dulu yang aku sudah lupa penyanyinya.
Tapi penyanyi itu memang bener sih, apa lagi yang berjuta rasa di banding cinta ? atau mungkin aku yg belum merasakan mungkin ? yah mungkin aja toh aku juga mau merasakan hehe.
Aku teringat salah satu tokoh wayang terkenal itu semar pernah bilang " Perkerjaan yang paling sia sia itu menceramahi orang yang senang jatuh cinta ". lah tokoh wayang nan cinderung gendut tau taunya soal cinta, atau mungkin senar dahulu berkerja sebagai penceramah orang yang sedang jatuh cinta ? sehingga dia memutuskan untuk ambil seni peran drama wayang sebagai tokoh ? entahlah.
Ah semar, aku teringat beberapa waktu yang lalu aku lewat ruang depan ketika tv masih menyala dan aku berniat untuk mematikan tv untuk menghemat listrik di rumah yang harganya terus naik bersama presiden baru itu, niatku terhenti ketika ada sepasang kekasih selebritis sedang melakukan jumpa pers tentang hubungan mereka, yang membuat niatku untuk mematikan tv terhenti adalah fisik dari pasangan kekasih tersebut, Perempuanya fisiknya sangat besar dan cinderung doyan makan sehingga besar sekali perutnya, dan kekasihnya yang mungkin sering nge gym sehingga tegap dan bagus sekali badanya dengan fisik nan gantengnya itu dan belum sampai di situ, yang membuat saya akhirnya duduk di depan tv adalah keduanya mengadakan jumpa pers adalah mereka membicarakan tentang cinta, yang wanita mengaku sangat mencintai prianya dan yang pria mengaku cinta kepada wanitanya, dari sekian banyak kasus untuk mencari populeritas, aku bahkan tidak berfikir mereka mencari populeritas atau tidak, tapi bisa bisanya lho mereka mengatas namakan cinta di atas yang maha cinta ? mungkin mereka benar benar saling mencintai mungkin ? sebagaimana ada 'Beauty and the beast' ? mungkin memang cinta itu ada ketika ada rasa nyaman yg di beli dengan uang ? atau mungkin rasa cintamu itu kamu logika kan ? entahlah semar benar, jangan menasehati orang yg sedang jatuh cinta, karena kamu nda mungkin menghitung atau mungkin mencatat beberapa rasa jatuh cinta itu ? jutaan ? dua jutaan ? ah sudahlah semarpun tidak ambil pusing dari itu.
Bahwasanya kamu tidak perlu repot memikirkan soal cinta, soal cintamu. apa lagi di logikan, kalo kamu pahami soal perasaan jatuh cintamu itu, kamu bukan sedang jatuh cinta.
Ree
Langganan:
Postingan (Atom)
